8 mimpi buruk programmer

8 mimpi buruk programmer

285
0
SHARE

Menjadi programmer itu tidak mudah, meskipun bagi sebagian orang melihat programmer hanya duduk di depan komputer dan mungkin ditemani secangkir kopi dalam bekerja. Terkadang ada beberapa hal yang bisa menjadi mimpi buruk programmer. Berikut ini di antaranya :

1. Memperbaiki kode yang ditulis oleh programmer lain

Setiap programmer memiliki gaya penulisan kode yang berbeda. Apabila kita mendapatkan tawaran untuk memperbaiki kode yang dibuat oleh orang lain, kita terlebih dahulu harus memahami skema penulisan kode oleh programmer awal. Hal ini terkadang menjadi masalah bila kita menemui “spagethi code” yaitu kode program yang ditulis secara seenaknya. hehe.. misalnya penulisan css pada setiap file. tentu hal ini akan memusingkan bagi programmer yang berusaha memperbaiki kode yang ditulis oleh programmer lain.

2. Munculnya bug disaat yang tidak tepat

Bug merupakan hal yang bisa saja muncul meskipun anda telah mencapai level expert dalam pemrograman. Munculnya bug di saat yang tidak tepat bisa menjadi mimpi buruk bagi programmer. Misalnya muncul bug pada saat kita melakukan demo aplikasi kita.

3. Tidak menemukan penyebab bug

Saat muncul bug pada aplikasi atau web yang kita buat, kita akan berusaha mencari penyebabnya. Kita bisa menemukan penyebabnya dalam waktu yang cepat atau bisa jadi dalam waktu yang lama. Lebih buruk lagi kita tidak bisa menemukan hal yang menjadi bug aplikasi atau web kita. Hal ini bisa membuat kita berjalan di tempat dan pengembangan tidak mendapatkan kemajuan. Hal ini tentu bisa membuat sakit kepala. Jangan ragu meminta bantuan yang lebih expert untuk memecahkan masalah tersebut.

4. Kode yang konflik

Terkadang bila kita menggunakan javascript kita menemukan kode javascript yang konflik dengan javascript yang lain. Sebagai contoh kita telah menggunakan plugin javascript yang sudah berjalan lancar dan sesuai harapan, namun ketika kita menambahkan plugin javascript lain, plugin javascript awal tidak mau berjalan dengan seharusnya. Bila kita tidak bisa menemukan solusi untuk mengakurkan keduanya, tentu hal ini bisa menjadi mimpi buruk.

5. Data hilang dan tidak ada backup

Hal ini bisa membuat programmer “menangis seharian”. hahaha. Terkadang ketika asik menulis kode maupun mencoba menjalankan operasi database kita mengabaikan mem backup database. Bila file project atau database tersebut terhapus secara tidak sengaja dan kita tidak memiliki backup, tentu akan menjadi bencana. Bila kode yang terhapus mungkin tidak begitu menjadi masalah karena kita harus memulai semuanya dari awal. Namun bila yang terhapus adalah database, siap-siap mencari perkerjaan ditempat baru saja. hehe.

6. Membuat tampilan menarik pada semua browser dan perangkat.

Saat ini pengguna membuka halaman web atau aplikasi dari bermacam browser dan perangkat. Sebagai programmer tentu kita harus memikirkan agar tampilan bisa tetap bagus pada semua browser dan resolusi layar, istilahnya responsive design. Terkadang hal ini sedikit memusingkan karena kita harus mencoba menjalankan aplikasi atau web kita pada berbagai browser dan perangkat. Namun saat ini masih ada developer yang kurang memperhatikan hal tersebut karena konsumen yang pada umumnya orang awam juga tidak terlalu mengerti akan hal tersebut. Oleh karena itu bila anda memesan website atau aplikasi jangan lupa minta yang responsive design agar tetap nyaman dibuka pada semua perangkat dan browser.

7. Tidak ada koneksi internet.

Yang satu ini ibarat orang mau berperang namun tidak memiliki senjata dan amunisi. hahaha. Internet merupkan hal yang vital bagi web developer maupun pengembang aplikasi. Meskipun aplikasi atau web kita berjalan di local, kita terkadang tetap memerlukan internet untuk pemecahan masalah bila kita menemukan hambatan pada saat coding.

8. Deadline yang terlalu singkat

Membuat aplikasi atau web itu tidak seperti menulis dokumen pada ms word atau ms excel. Tidak bisa selesai dalam waktu yang singkat, terlebih aplikasi atau web yang dibangun kompleks. Terkadang client tidak memahami hal tersebut dan pada umumnya meminta aplikasi atau webnya selesai dalam waktu yang singkat. Bersiaplah untuk bergadang tiap malam untuk mengejar deadline. Hal ini tentu berpengaruh pada kesehatan bila bekerja secara overtime. Jadi, jangan segan menolak project yang deadlinenya terlalu pendek dan kemungkinan kita tidak sanggup mengerjakannya.

Demikianlah 8 hal yang yang bisa menjadi mimpi buruk bagi programmer. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Bagikan artikel ini ya.. terima kasih

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY