Membangun dan memaksimalkan Start Up

Membangun dan memaksimalkan Start Up

322
0
SHARE

Apa start up itu?

Belakangan ini pasti kita semua sering mendengar kata-kata start up. Seperti sesuatu yang keren dan terlihat kekinian. Trend yang berkembang di anak muda yaitu membangun sebuah strat up. Tapi apakah start up itu sebenarnya? Start up yang dimaksud adalah perusahaan muda yang baru mulai berkembang. Start up pada umumnya kecil, dibangun dan dikendalikan oleh beberapa orang saja.

Membangun startup bisa berawal dari ide-ide sederhana. Ide itu bisa datang dari mana saja. Namun demikian terdapat tiga komponen utama yang harus ada pada start up, khususnya startup digital, yaitu Huge Problem, Radical Solution, Breakthrough Technology. Jika kita menggabungkan ketiga instrument tersebut, maka besar kemungkinan start up kita akan mampu bertahan, bahkan menjadi perusahaan raksasa.

Membangun StartupInilah yang ingin saya angkat melalui situs jual beli khusus jasa di Indonesia, jualbelijasa.com, dimana saya fokus bersemangat membantu pemilik jasa (khususnya pengusaha kecil) lebih mudah memasarkan produknya serta membantu masyarakat agar lebih mudah mendapatkan jasa yang dicari.

Kendala Start Up dan Founder yang tangguh

Kendala selalu ada dalam setiap start up. Kendala utama start up pada umumnya adalah masalah keuangan. Sebagai perusahaan baru tentu memerlukan biaya yang cukup besar untuk pengembangan, pengujian dan pemasaran. Namun hal ini kebanyakan tidak diimbangi dengan pemasukan yang memadai. Hal ini yang menyebabkan banyak juga perusahaan start up tidak mampu bertahan dan collapse. Jika memungkinkan start up harus memanfaatkan fundrising. Namun perlu diingat, ketika dana telah diperoleh, tugas membangun start up akan menjadi semakin bertambah dikarenakan tanggung jawab yang lebih besar.

Melihat banyaknya hambatan start up, diperlukan orang-orang yang benar-benar tangguh dalam membangun suatu start up agar mampu bertahan. Menjadi founder bukanlah tugas yang ringan. Seorang founder harus mampu me manage segala sesuatu, termasuk mempertahankan semangat tim. Terkadang founder memerlukan co-founder dalam menjalankan tugasnya.  Jika startup sudah mulai berkembang, organisasi dalam perusahaan (CEO, CTO, dll) harus mulai dibentuk juga. Tidak mungkin semua bisa di handle sendirian oleh founder dan co-founder.

Manfaatkan media sosial

Media sosial menjadi media promosi yang dahsyat bagi start up. Dengan dana yang minim kita bisa mengenalkan produk kita ke banyak orang. Salah satu caranya adalah memanfaatkan viral. Media social juga bisa menjadi pintu masuk bagi investor yang tertarik menggunakan produk kita.

Inovation

Setelah startup berjalan, hal yang perlu dilakukan adalah inovasi. Tanpa inovasi, start up kita akan mati. Pasti kita pernah bertanya bagaimana perusahaan raksasa Google bisa mencapai produktifitas dan kreatifitas yang maksimal. Ada 9 Prinsip Inovasi Google yang membuat Google mampu bertahan bahkan menjadi leader.

  1. Inovasi bisa datang darimana saja. Inovasi tidak hanya muncul dari jajaran pimpinan, namun inovasi bisa datang dari siapa saja.
  2. Fokus kepada pengguna. Fokuskan energy yang kita miliki pada produk kita, jangan kepada pesaing. Pesaing akan selalu berubah, jadi kita tidak perlu mengikutinya. Uang akan datang sendiri ketika pengguna menyukai produk kita.
  3. Bidik target sebesar 10x, bukan 10%. Kita harus memiliki cita-cita yang besar. Hal ini akan membantu kita berjuang lebih semangat dan lebih baik.
  4. Pahami teknis. Kita harus memiliki pemahaman yang luas dalam mencapai tujuan. Data menjadi hal yang utama dalam pengambilan kebijakan.
  5. Kirim dan perbaiki. Jangan menunggu produk kita sempurna untuk diluncurkan, karena pada dasarnya produk kita tidak akan pernah mencapai kesempurnaan sebab kebutuhan pengguna selalu meningkat. Luncurkan dan minta feedback dari pengguna. Perbaiki produk dan kembali luncurkan.
  6. Berikan sedikit waktu bagi karyawan untuk mengerjakan proyek yang mereka sukai meskipun hal itu diluar perusahaan. Hal ini bisa memunculkan ide-ide kreatif yang bisa bermanfaat bagi perusahaan.
  7. Membuka diri. Perusahaan harus terbuka atas masukan-masukan dari pengguna serta harus mampu berkembang bersama pengguna.
  8. Gagal itu baik. Tanpa kegagalan berarti anda tidak mencoba apa hal-hal baru. Gagal itu hal yang biasa. Kuncinya adalah kita mendapatkan ilmu dari kegagalaan tersebut.
  9. Miliki misi pada setiap individu dalam perusahaan. Pekerjaan yang dilakukan memiliki dampak ke banyak orang.

Scale up

Setelah startup kita bisa berjalan stabil, maka langkah penting berikutnya adalah scale up. Kapan scale up perlu dilakukan ? Kita harus memiliki data-data tentang start up kita. Misalnya dari jumlah pengguna yang semakin meningkat, dari traffic kunjungan atau data tentang pasar yang belum tergarap. Scale up harus dilakukan diwaktu yang tepat. Jika tidak perusahaan bisa collapse akibat tidak mampu menanggung beban pengeluaran.

Scale up bukan berarti perusahaan telah sukses dan kita bisa santai. Zona nyaman bisa membunuh start up. Scale up artinya tantangan kedepan akan semakin meningkat dan tanggung jawab akan menjadi semakin besar. Cash flow akan semakin besar dan perusahaan akan menjadi perusahaan bonafite yang mampu membantu perekonomian masyarakat, bangsa dan negara.

Terima kasih pada 1000 Start Up Digital yang telah membantu membuka wawasan kita semua tentang bagaimana membangun dan memaksimalkan  start up.

Bagikan artikel ini ya.. terima kasih

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY